
MAKALAH
PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN PADA
MASA REMAJA
Dibuat
untuk memenuhi tugas
Mata
kuliah : Psikologi Belajar
Dosen
Pengampu : Ibu. Nikmah Rahmawati, Msi

Disusun oleh
Siti Latifah
Nur Faizah
Sulinah
Ahmad
Zaainudin
Samsul Huda
PROGRAM
DMS
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG 2012
PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN PADA
MASA REMAJA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Perkembangan
individu berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja
merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik
diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang baru. Pada
perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-organ
seksualnya secara fisik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-hormon
seksual sudah mulai terbentuk sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak
dipengaruhi oleh hormin tersebut.
Bimbingan
orang tua terhadap anak pada usia remaja sangatlah dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai
dengan tingkat perkembangannya. Agar orang tua dapat memberikan bimbingan kepada
putra-putrinya hendaknya mengetahui perkembangan fisik remaja.
B.
Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah
diatas, maka permasalahan “Perkembangan Fisik Remaja” dapat dirumuskan
sebagai berikut :
- Bagaimana defenisi remaja ?
2. Bagaimana
remaja dilihat dari segi teoritis?
3. Bagaimana
tahapan-tahapan perkembangan fisik remaja ?
4. Bagaimana
remaja dilihat dari psikisnya?
C.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk menngetahui pengertian remaja
2. Untuk
mengetahui tahapan-tahapan perkembangan fisik remaja
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan fisik remaja
BAB II
PEMBAHASAN
Remaja didefinisikan
sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari
masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut Seifert dan Hoffnung (1987), periode
ini umumnya dimulai sekitar usia 12 tahun hingga akhir masa pertumbuhan fisik,
yaitu sekitar usia 20 tahun. Usia remaja berada dalam usia 12 tahun
sampai 21 tahun bagi wanita, dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Ada dua pandangan teoritis tentang remaja. Menurut pandangan teoritis pertama – yang dicetuskan oleh psikolog G.
Stanley Hall – : adolescence is a time of “storm and stress “. Artinya, remaja
adalah masa yang penuh dengan “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa di mana
terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang
yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan,
serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya (Seifert & Hoffnung, 1987). Dalam hal ini, Sigmund Freud dan
Erik Erikson meyakini bahwa perkembangan di masa remaja penuh dengan konflik.
Menurut pandangan
teoritis kedua, masa remaja bukanlah masa yang penuh dengan konflik
seperti yang digambarkan oleh pandangan yang pertama. Banyak remaja yang mampu
beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya, serta
mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan kebutuhan dan harapan dari
orang tua dan masyarakatnya. Bila dikaji, kedua pandangan tersebut ada benarnya,
namun sangat sedikit remaja yang mengalami kondisi yang benar-benar ekstrim
seperti kedua pandangan tersebut (selalu penuh konflik atau selalu dapat
beradaptasi dengan baik). Kebanyakan remaja mengalami kedua situasi tersebut
(penuh konflik atau dapat beradaptasi dengan mulus) secara bergantian
(fluktuatif).
Menururt
Hurlock (1964) Remaja awal (12/13 th – 17/18 th), remaja akhir (17/18
th – 21/22 th). WHO menyatakan walaupun definisi remaja utamanya didasarkan
pada usia kesuburan (fertilitas) wanita, namun batasan itu juga berlaku pada
remaja pria, dan WHO membagi kurun usia dalam dua bagian yaitu remaja awal 10 –
14 tahun dan remaja akhir 15 – 20 tahun.
PSIKIS REMAJA
Remaja
Awal
v Ketidakstabilan
keadaan perasaan dan emosi
Pada
masa ini, remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan
emosinya. Keadaan semacam ini sering disebut strom and stress.
Remaja sesekali sangat bergairah dalam bekerja tiba-tiba berganti lesu,
kegembiraan yang meledak bertukar rasa sedih yang sangat, rasa percaya diri berganti
rasa ragu-ragu yang berlebihan, termasuk ketidaktentuan dalam menentukan
cita-cita dan menentukan hal-hal yang lain.
v Status
remaja awal yang membingungkan
Status mereka tidak hanya sulit ditentukan, tetapi juga
membingungkan. Perlakuan orang tua terhadap mereka sering berganti-ganti. Orang
tua ragu memberikan tanggungjawab dengan alasn mereka masih “kanak-kanak”.
Tetapi saat mereka bertingkah kekanak-kanakan, mereka mendapat teguran
sebagai “orang dewasa”. Karena itu, mereka bingung akan status mereka.
v Banyak
masalah yang dihadapi remaja
Remaja
awal sebagai individu yang banyak mengalami masalah dalam kehidupannya. Hal ini
dikarenakan mereka lebih mengutamakan emosionalitas sehingga kurang mampu
menerima pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya. Faktor ini
disebabkan karena mereka menganggap bahwa dirinya lebih mampu daripada orang
tua.
Remaja Akhir
Pada masa ini terjadi proses penyempurnaan pertumbuhan
fisik dan perkembagngan psikis.
v Stabilitas
mulai timbul dan meningkat
Stabilitas mulai timbul dan meningkat dalam aspek psikis.
Demikian pula stabil dalam minat-minatnya; pemilihan sekolah, jabatan, pakaian,
pergaulan dengan sesame ataupun lain jenis. Mereka mulai menunjukkan kemantapan
serta tidak mudah berubah pendirian.
Proses menjadi stabil ini akan lebih cepat apabila orang
tua berperan dengan lebih demokratis.
v Citra diri dan sikap
pandang yang lebih realistis
Disini remaja mulai menilai dirinya sebagaimana adanya
(apa adanya), menghargai miliknya, keluarganya dan orang lain seperti keadaan
sesungguhnya.
v Menghadapi masalahnya
secara lebih matang
Hal ini disebabkan oleh karena kemampuan piker remaja
akhir yang telah lebih sempurna dan ditunjang oleh sikap pandangan yang lebih
realistis.
v Perasaan
menjadi lebih tenang
Mereka tidak lagi menampakkan gejala-gejala strom and stress
sehingga muncullah suatu ketenangan dalam diri mereka.
Perubahan Fisik Selama Masa Remaja Periode sebelum masa remaja ini
disebut sebagai PERIODE PUBERTAS (ambang pintu masa remaja).
PUBERTAS
jelas berbeda dengan masa REMAJA, walaupun bertumpang tindih dengan masa
remaja awal.
PERUBAHAN FISIK
CIRI-CIRI REMAJA AWAL(Teenagers)
v Terjadi
pertumbuhan fisik yang pesat
v Dalam
jangka 3-4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi ortu.
v Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering tidak
seimbang.
v Pada laki-laki mulai memperlihatkan penonjolan otot-otot
pada dada, lengan, paha dan betis. Pada wanita mulai menunjukkan mekar tubuh
yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak.
v Dalam hal kecepatan pertumbuhan, terutama nampak jelas
dalam usia 12-14 tahun remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan
pertumbuhan remaja pria.
v Dalam masa pertumbuhan ini baik remaja pria maupun remaja
wanita cenderung ke arah memanjang dibanding melebar.
v Kematangan kelenjar seks pada usia 11/12 th – 14/15
th.Biasanya pertumbuhan itu lebih cepat pada remaja putri dibanding remaja
putra.
CIRI-CIRI REMAJA AKHIR
v Pertumbuhan fisik remaja relatif berkurang dengan kata lain tidak
sepesat dalam masa remaja awal.Bagi remaja pria pada usia 20 th dan remaja
wanita 18 th keadaan tinggi badan mengalami pertumbuhan yang lambat.
v Mengalami keadaan sempurna bagi beberapa aspek pertumbuhan dan
menunjukkan kesiapan untuk memasuki masa dewasa awal. Seperti badan
dan anggota badan menjadi berimbang, wajah yang simetris, bahu yang berimbang
dengan pinggul.
Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi
dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya.
Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus
tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 –
17 tahun, sekarang sekitar 12 – 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai
tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 – 24 tahun dan perempuan pada usia 19 – 20
tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 – 20 dan
perempuan pada usia 13 – 14 tahun.
Trend secular terjadi sebagai akibat dari
meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik.
Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan,
serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak.
PUBERTAS
Pubertas adalah periode pada
masa remaja awal yang dicirikan dengan perkembangan kematangan fisik dan
seksual sepenuhnya (Seifert & Hoffnung, 1987). Pubertas ditandai dengan
terjadinya perubahan pada ciri-ciri seks primer dan sekunder.
Ciri-ciri seks
primer
Memungkinkan terjadinyanya reproduksi.
Ø Pada wanita, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada vagina,
uterus, tube fallopi, dan ovari. Perubahan ini ditandai dengan munculnya
menstruasi pertama.
Ø Pada pria, ciri-ciri ini meliputi perubahan pada penis,
scrotum(kantung
kemaluan), testes, prostate gland, dan seminal vesicles. Perubahan
ini menyebabkan produksi sperma yang cukup sehingga mampu untuk bereproduksi,
dan perubahan ini ditandai dengan keluarnya sperma untuk pertama kali (biasanya
melalui wet dream).
Ciri-ciri seks
sekunder
Meliputi perubahan pada buah dada, pertumbuhan bulu-bulu pada
bagian tertentu tubuh, serta makin dalamnya suara. Perubahan ini erat kaitannya
dengan perubahan hormonal.
Hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar
endokrin, kemudian dilepaskan melalui aliran darah menuju berbagai organ tubuh.
Kelenjar seks wanita (ovaries) dan pria (testes)
mengandung sedikit hormon. Hormon ini berperan penting dalam pematangan
seksual. Kelenjar pituitary (yang berada di dalam otak) merangsang testes dan
ovaries untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan. Proses ini diatur oleh
hypothalamus yang berada di atas batang otak.
Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap
Kondisi Psikologis Remaja
Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal
ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja, baik putri maupun putra.
Canggung, malu, kecewa, dll. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.
Hampir semua remaja memperhatikan perubahan
pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja
berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya
(self-esteem).
Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang
citra jasmani, yaitu:
a. Endomorfik
b. mesomorfik dan
c. ektomorfik.
Endomorfik banyak lemak, sedikit otot (padded). Ektomorfik
sedikit lemak, sedikit otot (slender). Mesomorfik sedikit lemak, banyak otot
(muscular).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan Masa Remaja (Perkembangan Fisik) dapat kami
simpulkan sebagai berikut :
1. Batasan
Remaja adalah
masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan
semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa. Batasan usia remaja adalah antara usia
12 hingga 22
tahun.
2. Ciri-Ciri
Masa Remaja adalah
terjadinya “menarche” (menstruasi pertama) bagi wanita, dan “noctural
emissions” (ikhtilam pertama kalinya) bagi laki-laki.
3.
Perkembangan Fisik Remaja adalah Fase Pra-Remaja yaitu
: Pertumbuhan badan sangat cepat. Wanita nampak lebih cepat daripada laki-laki,
Pertumbuhan anggota badan dan otot-otot sering berjalan tak seimbang, Seks
primer dan skunder mulai berfungsi dan produktif, Fase Remaja yaitu
Bentuk badan lebih banyak memanjang daripada melebar, terutama bagian badan,
kaki, dan tangan, Akibat berproduksinya kelenjar hormon, maka jerawat sering
timbul di bagian muka, Timbulnya dorongan-dorongan seksual terhadap lawan
jenis, akibat matangnya kelenjar seks (gonads).
DAFTAR RUJUKAN.
Mappiare, Andi.1982.Psikologi Remaja.Surabaya:Usaha
Nasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar