KISAH NABI YA'QUB AS.
Nabi Ya'qub
As. adalah anak Nabi Ishaq As. Beliau diutus oleh Allah Swt. untuk menyeru
umatnya agar menyembah Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa dan tiada sekutu
bagi-Nya.
Menurut
riwayat, Nabi Ya'qub diutus di desa Nabulis, dinegeri Kan'an. Mata
pencahariannya adalah bertani dan beternak. Beliau mempunyai dua orang istri
bersaudara yang bernama Layya dan Rahil. Ketika itu belum ada larangan Allah
bahwa seorang laki-laki tidak diperkenankan beristrikan dua wanita bersaudara
sekaligus, kecuali yang pertama telah meninggal dunia.
Layya dan
Rahil mempunyai dua orang hamba sahaya, masing-masing bernama Zulfah dan
Bafhah. Kedua sahaya ini dikawini pula oleh Nabi Ya'qub As. Dari istri-istri
tersebut, Nabi Ya'qub As. memperoleh dua belas anak yaitu :
1. Dari
Layya :
- Rawbin
- Syam'un
- Lawi
- Yahuza
- Yasakir
- Zabulon
2. Dari
Rahil
- Bunyamin
- Yusuf
3. Dari
Balhah
- Dan
- Naftali
4.
Dari Zulfah
- Jad
- Asyir
Perang
Melawan Raja Saljam
Di negeri
Ya'qub ketika itu berkuasa seorang raja bernama Saljam, ia amat zhalim terhadap
rakyatnya. Untuk menghilangkan kezalimannya Nabi ya'qub As. memerintahkan
segenap keluarga untuk ikut serta memeranginya. maka terjadilah perang antara
keluarga Ya'qub dengan Raja Saljam. Pasukan keluarga Nabi Yaqub dipimpin oleh
putranya Syam'un yang gagah perkasa. dan berhasil mengalahkan Raja Saljam. dan
memperoleh harta rampasan perang (ghanimah).
Nabi Ya'qub
Hijrah ke Palestina
Nabi Ya'qub
hijrah ke Palestina untuk menemui pamannya yang bernama Laban. beliau suka
melakukan perjalanan pada malam hari dan beristirahat pada siang hari, karena
itulah kaum Nabi Ya'qub dinamakan Bani Israil yang artinya suka berjalan di
malam hari. Dalam perjalanan ke Palestina itu Nabi Ya'qub tertidur di atas
batu, kemudian bermimpi dan dalam mimpi itulah beliau mendapatkan wahyu dari
Allah Swt. : "Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Akulah Tuhanmu
dan Tuhan bapak-bapakmu. Aku telah mewariskan bumi yang suci (Baitul Maqdis)
untukmu dan keturunanmu. Aku beri engkau kitab dan pelajaran serta hikmah dan
kenabian."
Wasiat Nabi
Ya'qub kepada Anak-Anaknya
Nabi
Yaqub pada masa tuanya, hidup bersama anaknya yang bernama Yusuf di negeri
mesir. Ketika itu, Yusuf menjadi pembesar di negeri itu. Nabi Yaqub meninggal
dunia di Mesir pada usia 147 tahun. Dan beliaulah keturunan Bani Israil di
Mesir yang kelak diperbudak oleh Raja Fir'aun, dan dibebaskan kembali oleh Nabi
Musa a.s. Ketika ajalnya sudah dekat, Nabi ya'qub sempat berwasiat kepada
anak-anaknya. Di dalam Al-Qur'an Allah Swt. telah menceritakan hal ini dengan
firman-Nya:
÷Pr&
öNçGYä.
uä!#ypkà
øÎ)
u|Øym
z>qà)÷èt
ßNöqyJø9$#
øÎ)
tA$s%
ÏmÏ^t7Ï9
$tB
tbrßç7÷ès?
.`ÏB
Ï÷èt/
(#qä9$s%
ßç7÷ètR
y7yg»s9Î)
tm»s9Î)ur
y7ͬ!$t/#uä
zO¿Ïdºtö/Î)
@Ïè»yJóÎ)ur
t,»ysóÎ)ur
$Yg»s9Î)
#YÏnºur
ß`øtwUur
¼ã&s!
tbqßJÎ=ó¡ãB
ÇÊÌÌÈ
Artinya: Adakah
kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata
kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka
menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu,
"Ibrahim Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kai hanya
tunduk patuh kepada-Nya. " (QS. Al Baqarah: 133).
Hikmah dari
Kisah Nabi Ya'qub As.
- Nabi Ya'qub adalah orang
shaleh. Berasal dari keturunan yang shaeh dan mempunyai keturunan yang
shaleh. Bila kita tetap menjadi orang yang shaleh, maka insya Allah
keturunan kita juga menjadi anak yang shaleh.
- Hingga akhir hayatnya Nabi
Ya'qub As, terus menasehati anak-anaknya untuk tetap beriman dan beribadah
kepada Allah. Sebuah aspek perhatian yang harus diutamakan, bahwa perkara
keimanan hendaknya dinomorsatukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar